Media Minangkabau-PEKANBARU, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Saiful Rab, Senin (4/9) menyatakan, terjadi peningkatan pasien terinveksi HIV Aids satu bulan terakhir. Selama Juli – Agustus, terdapat tujuh pasien baru, kini total penderita HIV Aids di Pekanbaru 107 orang atau 90 persen lebih dari total penderita di seluruh Riau. Peningkatan pasien penderita HIV-Aids di Pekanbaru tersebut juga menjadi indikasi peningkatan di seluruh Riau. Di Riau satu tahun terakhir berkembang pesat hingga 30 persen dibanding tahun 2005. Tingginya penderita HIV-Aids di Riau menyebabkan Riau berada di urutan kelima dalam urutan potensi penularan HIV-Aids terbanyak di seluruh Indonesia. Data ini didapatkan dari hasil penelitian Global Fund tahun 2006.“Meningkatnya jumlah orang dengan HIV Aids (ODHA) disebabkan rendahnya kesadaran penggunaan kondom oleh resiko tinggi HIV-Aids. Rendahnya kesadaran orang dengan resiko tinggi HIV-Aids untuk menggunakan kondom disebabkan rendahnya sosialisasi kepada kalangan tersebut, yaitu antara lain, penjaja seks komersial maupun pelanggannya yang dalam arti luas adalah masyarakat umum,” kata Saiful Rab. Peningkatan penderita Aids ini juga merupakan dampak perkembangan pembangunan Riau, termasuk Kota Pekanbaru yang amat pesat dalam bidang bisnis. Akibatnya, pendatang dari berbagai daerah berkumpul dan bertambah jumlahnya setiap tahun. Dampak negative dari perkembangan daerah, tidak lain adalah banyak bisnis liar termasuk menjamurnya penjaja seks dan obat-obatan terlarang yang menjadi pemicu tertinggi menyebarnya HIV Aids.Di Riau, penderita penyakit yang belum diketemukan korbannya ini sejak 1997 hingga kini 200 orang lebih. Hasil tes darah secara acak di seluruh Riau menunjukkan tingkat individu yang terinveksi HIV AIDS 8,6 persen atau nomor dua di Indonesia. Tercatat, 42 penderita yang meninggal dunia. Sementara itu, penularan HIV Aids di beberapa lembaga pemasyarakatan di Riau pun dinyatakan mencapai tingkat mengkhawatirkan. Sebanyak lima narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Pekanbaru dinyatakan positif terkena virus HIV. Data ini diperoleh dari hasil pemeriksaan darah terhadap 450 orang penghuni Lapas tersebut. Namun, secara umum, penderita HIV Aids juga ditemukan dari berbagai kalangan mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), mahasiswa, pekerja seks, dan pekerja swasta. LP merupakan salah satu tempat dengan tingkat kerawanan cukup tinggi penderita HIV. Kerawanan tersebut khususnya bagi para napi kasus narkoba suntik. Namun tidak menutup kemungkinan kasus lainnya, seperti seks bebas.
02 April 2008
Berlangganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting sebuah Komentar